Senin, 24 Februari 2014

MEMBUAT PAKAN FERMENTASI


Pakan fermentasi  mempunyai beberapa keuntungan diantaranya:
·         - Memperbaiki pencernakan ternak dan kotoran menjadi sedikit
·         - Lebih tahan terhadap penyakit
·        - Meningkatkan produksi susu pada ternak perah
·        - Menjadikan susu kambing menjadi tidak beraroma kambing (prengus)
·        - Mengurangi bau kotoran dan limbah peternakan
·        - Meningkatkan nafsu makan

Fermentasi pakan dari bahan:
Bahan Serat Kasar (Jerami padi, kulit kacang hijau,kulit  kedelai, kulit kacang, Kulit kedelai, tebon jagung, janggel jagung, limbah gergajian sengon, dll).
- Bahan Penguat (Pollard / bekatul gandum, bekatul / dedak, ampas tahu, ampas kecap, dll)
-  Tetes tebu, gula merah atau jenis gula lainnya
Probiotik

SIAPKAN WADAH/TEMPAT FERMENTASI YANG KEDAP UDARA (HAMPA UDARA)

Langkah-langkahnya yaitu:

1. Cacah bahan serat kasar menggunakan mesin pencacah/chopper atau cacah manual. Usahakan di tempat yang tidak menyentuh tanah langsung. Semakin luas permukaan bahan semakin bagus.

2. Siapkan Bahan-bahan penguat seperti pollard, ampas tahu, kulit kedelai, bekatul/dedak, dan biji-bijian jika ada. Fungsi bahan penguat nantinya adalah untuk melengkapi nilai gizi pakan secara keseluruhan.

3. Membuat larutan probiotik (aktivasi bakteri probiotik) dengan cara masukkan 250-300ml  tetes tebu atau gula ke dalam 2 liter air lalu aduk hingga larut, kemudian masukkan 5 tutup botol atau 5 sendok makan Probiotik (Starbio, EM4, MA-11, dll) kedalam larutan gula dan aduk rata. Diamkan selama 5-10 menit.

4. Campurkan bahan-bahan yang akan difermentasi (bahan serat kasar dan bahan penguat) seperti ampas tahu, polard, kulit kedelai, bekatul dan bahan serat yg telah dicacah. Aduk dan campur bahan-bahan tersebut hingga tercampur rata.
Perhatian!!! Perbandingan terbaik untuk memperoleh hasil fermentasi yang optimal dan bagus adalah Bahan serat 70% : Bahan Penguat 30% (atau perbandingan 60 : 40).

5. Siramkan, semprotkan atau dicipratkan larutan aktivasi bakteri probiotik ke campuran adonan bahan yang akan difermentasi secara merata (aduk2 untuk mendapatkan campuran yang merata).
Perhatian!!! Kadar air total dalam adonan semua bahan adalah maksimal 60%, cek mudah dengan menggenggam dan meremasnya, jika tidak ada air yang menetes berarti kadar air dalam total bahan <60 o:p="">

6. Setelah disemprot rata, masukkan dalam wadah tertutup, padatkan sepadat mungkin untuk mengurangi kemungkinan adanya udara. Tutup tong, jerigen, ember/plastik dengan rapat sampai tidak ada udara yang masuk ke dalam, dan diamkan selama minimal 7 hari.

Setelah 7 hari buka tutup ember, pakan fermentasi yang kita buat telah jadi. Bau harum pakan hasil fermentasi menandakan proses fermentasi pada bahan pakan telah berhasil, apabila pakan berjamur, berbau tidak harum kemungkinan ada udara masuk (bocor) atau takaran komposisi bahan yang kita buat belum tepat.
Pakan fermentasi sebelum di berikan perlu diangin-anginkan 5-10 menit sebelum diberikan pada ternak. Adaptasi/pembiasaan untuk bisa total pakan fermentasi pada tiap ternak berbeda-beda (minimal 2 hari)
Pakan fermentasi selama tertutup rapat masih dapat digunakan sampai waktu yang lama (2-3 tahun)

Selamat mencoba.

Senin, 25 November 2013

Inseminasi Buatan (IB) / Artivicial Insemination (AI)




Yang dimaksud dengan Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik adalah suatu cara atau teknik untuk memasukkan mani (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut 'insemination gun'.

Tujuan Inseminasi Buatan
1. Memperbaiki mutu genetika ternak;
2. Tidak mengharuskan pejantan unggul untuk dibawa ketempat yang dibutuhkan sehingga mengurangi biaya
3. Mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul secara lebih luas dalam jangka waktu yang lebih lama;
4. Meningkatkan angka kelahiran dengan cepat dan teratur;
5. Mencegah penularan / penyebaran penyakit kelamin.


Keuntungan IB
1. Menghemat biaya pemeliharaan ternak jantan;
2. Dapat mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik;
3. Mencegah terjadinya kawin sedarah pada betina (inbreeding);
4. Dengan peralatan dan teknologi yang baik sperma dapat simpan dalam jangka waktu yang lama;
5. Semen beku masih dapat dipakai untuk beberapa tahun kemudian walaupun pejantan telah mati;
6. Menghindari kecelakaan yang sering terjadi pada saat perkawinan karena fisik pejantan terlalu besar;
7. Menghindari ternak dari penularan penyakit terutama penyakit yang ditularkan dengan hubungan kelamin.

Kerugian IB
1. Apabila identifikasi birahi (estrus) dan waktu pelaksanaan IB tidak tepat maka tidak akan terjadi terjadi kebuntingan;
2. Akan terjadi kesulitan kelahiran (distokia), apabila semen beku yang digunakan berasal dari pejantan dengan breed / turunan yang besar dan diinseminasikan pada betina keturunan / breed kecil;
3. Bisa terjadi kawin sedarah (inbreeding) apabila menggunakan semen beku dari pejantan yang sama dalam jangka waktu yang lama;
4. Dapat menyebabkan menurunnya sifat-sifat genetik yang jelek apabila pejantan donor tidak dipantau sifat genetiknya dengan baik (tidak melalui suatu progeny test).

Sumber: Buku Pegangan Inseminator

Minggu, 27 Januari 2013

PERALATAN INSEMINASI BUATAN (IB) KOMPLIT




1. Straw Semen beku dari Balai Inseminasi Buatan (Singosari, Ungaran & Lembang) siap di order..
2. IB kit komplit untuk inseminasi ternak betina Anda
3. Container N2 cair untuk menyimpan straw semen beku, awet hingga bertahun-tahun

HORMON TEKNOLOGI REPRODUKSI TERNAK



Testohormon injeksi intra-musculer, digunakan untuk meningkatkan libido ternak pejantan yang drop.
Capriglandin injeksi intra-musculer, digunakan untuk menggertak berahi pada ternak betina
Ovalumon injeksi intramuskuler, digunakan untuk meningkatkan kesuburan ternak betina
Provestin injeksi intra-musculer, digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan uterus dan mencegh keguguran.

Berminat Silakan hubungi 0818 0815 3767 atau 085640 954548 (Akhmad Lukman, SPt)

Senin, 15 Oktober 2012

SUSU KAMBING, CARA SEHAT UNTUK SEHAT






Susu kambing adalah salah satu obat terbaik untuk membangun kembali jaringan otak, sel-sel tubuh, sistim saraf, dan kemampuan mental. Susu kambing bermanfaat bagi kesehatan karena memiliki protein lengkap dari semua jenis asam amino esensial tanpa kandungan lemak sebesar susu sapi. Molekul-molekul lemaknya hanya sebesar 1/9 ukuran molekul susu sapi, sehingga lebih mudah dicerna.  Orang-orang yang alergi dengan susu sapi bisa meminum susu kambing tanpa masalah. Alergi terhadap susu sapi dapat ditemukan pada orang-orang yang memiliki kondisi seperti infeksi telinga kronis, asma, eksim, dan artritis. Meminum susu kambing dapat mengurangi gejala penyakit-penyakit tersebut.

MENAKSIR UMUR TERNAK


MENAKSIR UMUR TERNAK

Pemeliharaan ternak terutama yang ditujukan untuk kegiatan penggemukan (fattening) sangat perlu untuk memperhatikan perkiraan umur ternak, apalagi seperti diketahui bersama kelemahan dalam hal pencatatan (recording) ternak di Indonesia masih sangat besar. Tidak adanya catatan jatidiri ternak dan ukuran-ukuran pertumbuhan selama hidup ternak akan menyulitkan dalam penanganan ternak tersebut, semisal pengobatan, perlakuan pakan dan penentuan kondisi fisiologis ternak. 
Faktor umur pada kambing dan domba sangat penting diketahui karena berkaitan dengan program pemeliharaan kambing dan domba, seperti pemilihan calon indukan atau pemilihan bakalan yang akan digemukkan. Potensi pertumbuhan kambing dan domba sangat tergantung dari umurnya. Kambing dan domba yang berumur 9 bulan akan mempunyai pertumbuhan yang pesat. Semakin tua, pertumbuhan kado semakin lambat. Pada umur 18-20 bulan, pertumbuhan kambing dan domba relatif berhenti.

Salah satu cara menentukan umur yang paling baik adalah dengan melihat keadaan gigi dari kado tersebut, seperti melihat tingkat keterasahannya gigi seri (bagian depan) dan penggantinya (tanggalnya) gigi seri susu.
Kambing dan domba mempunyai 4 pasang (8 buah) gigi seri. Gigi seri susu mulai tumbuh pada saat anak kambing dan domba lahir. Gigi seri susu ini lengkap setelah anak berumur lebih dari 1 bulan. Pada umur tertentu, gigi seri susu ini akan tanggal dan diganti dengan gigi seri tetap. Proses tanggal dan pergantian gigi seri inilah yang dapat dipakai untuk patokan dalam melakukan penaksiran umur.
Susunan gigi kado dapat dibuat dengan bagan sebagai berikut :

                                       M    P     C     I      I     C     P     M
Rahang atas          : 3     3     0     0     0     0     3     3 


Rahang bawah       : 3     3     0     4     4     0     3     3
M     P     C     I     I     C      P     M

Keterangan :
I = Gigi Seri (Dentis Incisivi)
C = Gigi Taring (Dentis Canini)
P = Gigi Geraham Berganti (Dentis Premolaris)
M = Gigi Geraham Tetap (Dentis Molaris)

Pedoman menentukan umur kambing dan domba :
1.     Gigi seri masih utuh, menandakan umur kambing dan domba < 1 tahun.
2.    Gigi seri pasangan pertama (dalam) tanggal dan berganti, menandakan kambing dan domba berumur 1-2 tahun.
3.    Gigi seri pasangan kedua (tengah dalam) tanggal dan berganti, menandakan kambing dan domba sudah berumur 2-3 tahun.
4.    Gigi seri pasangan ketiga (tengah luar) tanggal dan berganti, menandakan kambing dan domba sudah berumur 3-4 tahun.
5.    Semua gigi seri susu telah tanggal dan berganti, menandakan kambing dan domba telah berumur 4-5 tahun.
6.  Semua gigi seri permanen sudah terasah/aus, menandakan kambing dan domba sudah berumur > 5 tahun.

OBAT-OBATAN HEWAN TERNAK